Rabu, 27 Januari 2010

about PDCA


SIKLUS PDCA
Siklus PDCA adalah daftar dari empat tahap yang harus melalui untuk mendapatkan dari `masalah-faced 'to` problem solved'. Keempat tahapan Plan-Do-Check-Act,
Konsep dari Siklus PDCA awalnya dikembangkan oleh Walter Shewhart, statistik perintis yang mengembangkan pengendalian proses statistik di Bell Laboratories di AS selama 1930-an. Hal ini sering disebut sebagai `yang Shewhart Cycle '. Saat itu diambil dan dipromosikan dengan sangat efektif dari tahun 1950-an oleh Manajemen Mutu yang terkenal otoritas, W. Edwards Deming, dan karenanya dikenal oleh banyak orang sebagai `Deming Wheel".
Gunakan Siklus PDCA untuk mengkoordinasikan upaya perbaikan terus-menerus Anda. Hal kedua menekankan dan menunjukkan bahwa program perbaikan harus dimulai dengan perencanaan yang cermat, harus menghasilkan tindakan efektif, dan harus pindah lagi untuk perencanaan yang cermat dalam siklus yang berkesinambungan.
Juga menggunakan Siklus PDCA diagram dalam pertemuan tim untuk mengambil persediaan tahap mana inisiatif perbaikan pada, dan untuk memilih alat yang sesuai untuk melihat setiap tahap sampai berhasil menyelesaikan.
Cara menggunakan Siklus PDCA diagram untuk memilih perangkat yang sesuai dijelaskan secara rinci dalam `Bagaimana menggunakannya 'bagian di bawah ini.

Jumat, 08 Januari 2010

PEMANTAUAN KESEHATAN PADA PASIEN DI PUSKESMAS PETERONGAN DENGAN KASUS HIPEREMESIS GRAVIDARUM
Metode yang digunakan dalam kegiatan pemantauan ini adalah menggunakan metode
Plan, Do, Check, and Action (PDCA cycle).

PLAN
Kegiatan Plan dimulai pada bulan Desember 2009 melalui kegiatan observasi,
wawancara dan pengambilan data sekunder. Hasil observasi, wawancara, dan data
sekunder tersebut kemudian didiskusikan dengan coordinator KIA untuk mengidentifikasi permasalahan di ruang KIA Puskesmas Peterongan yang akan dilakukan pemantauan kesehatan dalam kasus Hiperemesis Gravidarum pada ibu hamil
Identifikasi Pasien
Pada tanggal : 08-12-2009 PUKUL : 17.00
Nama : Ny. “W” Nama : Tn “W”
Umur : 27 tahun Umur : 28 tahun
Suku/bangsa : Jawa / Indonesia Suku/bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : Swasta
Alamat : Kandangan- Alamat : Kandangan-
Peterongan Peterongan
Alasan kunjungan Keluhan saat datang Keluhan saat wawancara Harapan pasien
Rujukan dari bidan setempat ibu mengatakan tidak menstruasi ± 2 bulan, mual-mual, selama 1 minggu ini, sulit tidur pada malam hari, badannya panas, tidak nafsu makan. ibu mengatakan muntah berkurang, nyeri ulu hati, susah tidur malam Keadaan ibu dapat kembali seperti semula: nafsu makan kembali, mual muntah berlebihan berhenti, tidak ada nyeri ulu hati, tidur dengan nyenyak
Proses Pelayanan
Data Subyektif ( wawancara )
• HPHT : 29-09-2009
• Taksiran pesalinan : 06-07-2009
• Keluhan-keluhan pada TM I: mual, muntah, pusing, panas, sulit tidur malam hari
• Pergerakan anak belum terasa
• Keluhan yang dirasakan :Rasa lelah, Mual muntah sejak 1 minggu yang lalu, Nyeri pada ulu hati
• Diet/makan
a. sebelum hamil: makan: 3x/hari, porsi sedang, nasi, lauk, sayur
minum: 4-5 gelas air putih/ hari
b. saat hamil : makan: 1-2x/hari, nasi porsi sedikit, lauk, sayur (setelah makan mual dan muntah encer + nasi yang baru sebagian)
Nafsu makan ibu saat hamil semakin menurun, terasa mual bahkan muntah tiap kali makan.
• Pola eliminasi
BAB: a. sebelum hamil : 1x/hari, konsistensi lunak, warna kuning, bau khas
b. saat hamil : 2x/minggu, konsistensi agak keras, warna coklat, bau khas
BAK: a. sebelum hamil : 5-6x/hari, warna kuning bau khas
b. saat hamil : 3-4x/hari, warna kuning jernih, bau khas
• Aktivitas sehari-hari
o Pola istirahat dan tidur
a. sebelum hamil : siang - malam ± 8 jam
b. saat hamil : siang ± 2 jam malam ± 5 jam
o Seksualitas
a. sebelum hamil : 2x/minggu
b. saat hamil : tidak pernah
o Pekerjaan
a. sebelum hamil : pagi bersih bersih rumah, bekerja, masak dilakukan sendiri
b. saat hamil : bersih-bersih rumah, masak, mencuci dibantu keluarga, bekerja tetap masuk hingga 5 hari lalu
• Imunisasi TT , terakhir sebelum menikah (lupa)
• Kontrasepsi yang digunakan : tidak ada
6) Riwayat penyakit sistemik yang pernah diderita :
Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit menular, menahun, menurun seperti: kencing manis, darah tinggi, kuning, batuk darah, asma.
7) Riwayat penyakit keluarga :
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit menular, menahun, menurun seperti: kencing manis, darah tinggi, kuning, batuk darah, asma.
8) Riwayat sosial :
• Kehamilan ini direncanakan
• Perasaan tentang kehamilan ini adalah senang, namun juga khawatir terhadap keadaannya dan janinnya
• Status perkawinan adalah sah
• Kawin : umur =27 tahun, dengan suami umur =28 tahun
Pemeriksaan Fisik (mengukur dan observasi)
1) Status emosional : khawatir dengan kondisinya
2) Tanda vital
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Denyut nadi : 92x/menit
Suhu : 36,2oC
RR : 20x/menit
BB sebelum hamil : 42 kg
BB saat hamil : 40 kg
TB : 150 cm
3) Inspeksi
Muka : tidak oedem
Mata : mata simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih, mata cekung
Mulut : bibir kering, lidah kering warna putih
Dada : simetris, areola mamae kehitaman, puting kurang menonjol
Abdomen : bekas luka parut tidak ada, pembesaran perut belum tampak
Genetalia : bersih, tidak ada varices pada vulva / vagina, luka parut tidak ada
Ekstremitas atas dan bawah: simetris, varices tidak ada, oedem tidak ada
4) Palpasi
Dada : tidak ada benjolan, belum ada pengeluaran ASI
Abdomen : belum teraba ballotement, nyeri tekan epigastrum
5) Perkusi
Ekstremitas : reflek patella: +/+
6) Auskultasi
Dada : normal (tidak ada wheezing dan ronchi)
Pemeriksaan Laboratorium (observasi dan dokumentasi)
Cek DL tanggal 07-12-09
WBC: 14.000 µL
HGB: 11,9 g/dL
HCT: 40,2 %
PLT: 324.000 µL
Widal: - (negatif)
Alternatif pemecahan masalah
- Pengobatan hiperemesis gravidarum tingkat I
- Diet ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum tingkat I
- Bed rest
- Cairan
- cek DL

DO
Dokumen Rencana
Rencana tindakan :
1. lakukan pendekatan pada klien
R/ hubungan kooperatif antara petugas dengan klien
2. jelaskan keadaan dan kondisi kesehatan ibu
R/ ibu dan keluarga lebih mengerti dan lebih kooperatif dalam menjalani pengobatan
3. berikan pengobatan untuk hiperemesis garavidarum tingkat I
R/ mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut
4. berikan cairan elektrolit
R/ mengganti persediaan glikogen dan mengontrol asidosis
5. berikan nutrisi adekuat dengan diet ibu hamil hiperemesis gravidarum tingkat I
R/ memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum
6. anjurkan meningkatkan personal hygiene
R/ manghindarakan penyakit baru yang mungkin ada
7. anjurkan klien untuk istirahat
R/ memulihkan kondisi klien
8. observasi TTV dan keadaan ibu
R/ mengetahui komplikasi secara dini
Implementasi
Tgl/Jam Tindakan TTD
08-12-09
18.15 1) melakukan pendekatan pada klien dengan menyapa, memberi salam, menyakan keluhan yang dirasakan sekarang
2) menjelaskan keadaan dan kondisi kesehatan ibu saat ini dimana ibu memerlukan istirahat cukup, asupan nutrisi yang baik sehingga dapat membantu pemulihan
3) memberikan pengobatan untuk hiperemesis garavidarum tingkat I berdasarkan advise dokter, berupa:
omedum oral 3x1, hufamag sirup 3x1 sdm, luminal 0-0-1, hufabion 1x1, injeksi viccilin 3x1 gr
4) memberikan cairan elektrolit berupa RD 5 untuk memberikan persediaan glikogen pada tubuh ditambahkan dengan neurobat extra 1 ampul drip dengan tetesan 28 tpm.
5) memberikan nutrisi adekuat dengan diet ibu hamil hiperemesis gravidarum tingkat 1 adalah tinggi karbihidrat, rendah lemak, dan cukup cairan. Makan diberikan dalam benetuk kering, mudah dicerna dan diberikan dalam porsi kecil tapi sering. Jenis makanan yang boleh diberikan adalah roti panggang, biskuit, buah segar, sari buah, sirup, kaldu tidak berlemak, dan teh
6) menganjurkan ibu untuk meningkatkan kebersihan diri dan mulut misalnya dengan mandi dibasuh atau mandi langsung minimal 2x/hari, gosok gigi
7) manganjurkan klien untuk istirahat jika kondisi sudah tidak lemah boleh mobilisasi dengan duduk, jalan-jalan diarea kamar.
8) Melakukan observasi TTV dan keadaan ibu
K/U : lemah
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 92x/menit
S : 36,2oC
RR : 20x/menit
Pemeriksaan fisik
Mata : mata cekung, konjungtiva merah muda
Mulut : lidah kering dan mulut kering
Abdomen : nyeri tekan di ulu hati

CHECK
Evaluasi
Tanggal : 09-12-09 jam : 07.30 WIB
S : ibu mengatakan saat ini masih mual, muntah sudah berkurang, tidak ada nafsu makan dan masih terasa nyeri ulu hati.
O :
KU ibu cukup baik
TTV:
TD: 100/70mmHg
N : 84x/mnt
S : 36,2oC
RR: 18x/m
Mulut : bibir kering, lidah kering
Abdomen : nyeri ulu hati
A : NY. “W” GIP00000 UK 9 minggu dengan hiperemesis gravidarum tingkat I
P :
 melanjutkan observasi
 memberikan terapi:
- infus RD 5 28 tpm + drip neurobat extra 1 ampul ( jam 13.00)
- injeksi viccilin 1 gr 3x1
- omedum 3x1 tab
- hufamag sirup 3x1
 besok boleh pulang

ACT
Monitoring Hasil Terapi
 melanjutkan observasi
 hari ini boleh pulang
 memberikan terapi:
- omedum 3x1 tab
- hufamag sirup 3x1
- hufabion 1x1
 setelah pulang terapi dilanjutkan obat dokter
 anjurkan kunjungan ulang ke puskesmas atau bidan terdekat bila ada keluhan misalnya mual dan muntah kembali, pusing, perdarahan dari jalan lahir guna monitoring kondisi ibu
 anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan kehamilan secara rutin